GEGARA TAK BAWA ANTIGEN, PEMUDIK BELUM BOOSTER DIPUTAR BALIK


Jembrana, Kabar Tujuh –

Sejumlah calon pemudik yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa cekcok mulut dengan petugas validasi Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Bahkan tidak sedikit pelaku mudik sepeda motor kesal karena diminta putar balik oleh petugas. 


Belum banyaknya masyarakat yang mengetahui aturan mengenai syarat perjalan, khusunya pelaku mudik tahun ini, membuat banyak dari mereka yang melakukan protes di pos validasi Gilimanuk. 


Seperti dalam video yang viral, dimana dua orang pemudik sepeda motor disuruh putar balik petugas. Mereka keberatan jika harus membayar karena merasa sudah vaksin dua, sehingga tak perlu lagi ada surat yang kemudian menerobos masuk area pelabuhan tanpa membawa negatif C-19. 


Alhasil adu mulut itupun terjadi, sampai menimbulkan antrian panjang dan petugas dengan tegas meminta keduanya untuk putar balik melakukan vaksin dosis tiga atau booster di pos vaksinasi yang disediakan di parkir kargo Gilimanuk, namun ditolak. 


Kedua pemudik itu kemudian meninggalkan pos validasi disertai raut wajah yang sedikit manyun untuk melakukan tes rapid antigen. Setelah mendapat surat kedua pemudik itu balik ke pos validasi. Namun sayang mereka kembali cekcok dengan petugas. Sambil menunjukan hasil negatif C-19 keduanya lalu diizinkan masuk ke pelabuhan.


Terkait kejadian itu, Koordinator KKP Pelabuhan Gilimanuk, Yetty dikonfirmasi Rabu (27/4) mengatakan, petugas validasi hanya menjalankan tugas sesuai dengan SE Satgas Pengamanan C-19 Nomor 16 tahun 2022, yang berlaku sejak 2 April 2022, bahwa setiap pelaku perjalanan dalam negeri wajib rapid test antigen bila belum vaksin ketiga atau booster. 


Untuk yang sudah melakukan vaksin dosis dua diminta untuk menunjukan sertifikat vaksin disertai hasil negatif RT PCR maksimal 3×24 jam, atau RT Antigen 1×24 maksimal jam, serta menggunakan aplikasi Pedulilindungi. Sedangkan pelaku perjalan usia 6-17 tahun yang sudah vaksin dua dikecualikan menunjukan hasil RT Antigen.


“Nah, mereka yang baru vaksin dosis pertama, supaya bisa menunjukan sertifikat vaksin dan hasil negatif RT PCR maksimal 3×24,” ujarnya.


Meski begitu Yetty tak menampik masih ada pelaku perjalanan yang masih belum mengetahui aturan mengenai wajib rapid test antigen bagi yang belum vaksin booster. Oleh karena itu pihaknya sudah berusaha maksimal untuk menjelaskan sesuai aturan.


“Kami sudah meminta pelaku mudik untuk melengkapi syarat vaksin dosis ketiga, agar tidak perlu rapid test antigen,” tandasnya. 


(Rahardja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *