Dituding Pungli hingga Gangguan Aktivitas Karaoke, Karutan Negara Angkat Bicara

Jembrana, Kabar tujuh – Sempat beredar di Dunia Maya adanya postingan facebook dengan username akun ‘Info singaraja Bali’ yang di Posting pada 24 Agustus 2023 yang menyebarkan berita tidak benar (hoax) mengenai Rutan klas IIB Negara.

Dalam Postingannya, menyebutkan tentang pungutan liar (pungli), penyelundupan barang terlarang seperti narkoba dan handphone serta gangguan kenyamanan warga dengan adanya aktivitas karaoke di tengah malam.

Menyikapi postingan tersebut, Rutan Klas IIB Negara mengklarifikasi agar berita hoax tersebut tidak menyebar luas ke masyarakat, terlebih dalam Postingan tertulis menyebutkan secara langsung Kepala Rutan, Lilik Subagiyono dan
Kepala KPR, I Nyoman Sudiarta yang melakuka kegiatan tersebut.

“Postingan yang menyebutkan pungutan uang kepada narapidana tidak benar, adanya pungutan yang dilakukan oleh
petugas yang disebutkan (Karutan dan Ka. KPR) karena didalam Rutan Negara tidak ada peredaran uang tunai, itu dikarenakan setiap uang tunai yang masuk ke dalam Rutan Negara langsung ditop up ke dalam Brizzi, dimana seluruh WBP telah diberikan kartu Brizzi” pungkasnya.

“Kemudian tudingan yang memperbolehkan narapidana membawa handphone itu juga keliru, karena seluruh WBP tidak diperbolehkan membawa HP. Peraturan tersebut sesuai dengan Pasal 4 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib pada Lapas dan Rutan”, tambahnya.

Pihaknya juga rutin melakukan
penggeledahan, baik penggeledahan badan dan barang yang keluar masuk Rutan termasuk di dalamnya
pengunjung, tamu hingga petugas Rutan serta penggeledahan
ke dalam blok hunian dan area Rutan dan tidak ditemukan adanya barang terlarang berupa HP di dalam area blok hunian.

Bahwa dalam memenuhi hak WBP untuk melakukan komunikasi dengan kerabat pihaknya telah menyediakan Jasvicalsuspas (Jasa videocall khusus pemasyarakatan) yang dibuka setiap hari dan dapat digunakan oleh seluruh WBP.

Lanjut, saat di singgung tentang Mengizinkan penyelundupan barang terlarang ke dalam rutan
yang disebut dilakukan WBP Gung Panji dan Ka. KPR dibantah keras oleh Karutan. Pihaknya mengatakan
Bahwa tidak ada petugas, WBP maupun pengunjung yang menyelundupkan barang terlarang ke dalam Rutan.

“Hal ini kami dibuktikan dengan giat tes urin yang dilakukan secara rutin dan acak pada seluruh WBP dan petugas dan tidak didapatkan hasil positif zat terlarang pada WBP dan Petugas” tutup Karutan.

(Artini)

Penulis: Setiawan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *