Diduga Langgar SOP, Salon Kecantikan YS Sediakan Layanan Injeksi Whitening 

JEMBRANA, KABAR TUJUH – Sempat Beredar di Media Sosial Facebook tentang mempromosikan jasa infus dan injeksi pemutih (Whitening) kulit, Informasi keberadaan salon yang melayani jasa infus dan injeksi whitening diduga melibatkan tenaga medis (perawat kesehatan) salon yang berada dipinggir jalan nasional Denpasar-Gilimanuk Desa yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana diduga tanpa ijin dan tidak berlisensi kesehatan, rupanya telah menyebar luas di masyarakat.

 

Bahkan disebutkan, salon tersebut Dikabarkan bisa melayani untuk jasa infus ataupun injeksi whitening, dengan tarif ratusan ribu rupiah per orang. Pengunjung yang menggunakan jasa ini tentunya ingin kulit tubuhnya lebih putih dari biasanya.

 

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, tim investigasi kabartujuh.com mencoba melakukan penelusuran dan berhasil melakukan wawancara dengan pemilik salon Berinisial (YS) yang disebut-sebut menyiapkan layanan infus dan injeksi whitening.

 

Dari percakapan tim investigasi dengan Owner salon, terungkap bahwa memang benar salon tersebut melayani jasa infus dan injeksi whitening. Untuk layanan ini, pihak salon bekerjasama dengan salah seorang perawat kesehatan berinisial (Gt) yang diakui oleh owner pernah bekerja di salah satu rumah sakit swasta.

 

“Iya benar pak, kami menyediakan jasa tersebut, untuk tindakan injeksi kami bekerjasama dengan perawat (Gt)” ujar Owner Salon Berinisial (YS) Senin, (10/10) sore.

 

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jembrana saat di konfirmasi mengatakan, Pihak nya juga sempat koordinasi dengan Dinas kesehatan, tindakan tersebut bisa di benarkan ketika sudah meliputi beberapa prosedur seperti mengikuti pelatihan dan lain sebaginya, Namun ketika tindakan di salon kecantikan ini tentu tidak di benarkan apabila tidak memiliki syarat dan Sertifikasi.

 

“Ya minimal ada dokter konsulnya” Singkatnya.

 

“Kami akan rapatkan hal ini, kami tidak mau kecolongan lagi, ketika ada perawat yang keluar dari tupoksi dan SOP nya” Tegasnya.

 

“Apalagi kalau mengambil tindakan medis di salon kecantikan dan memasukan bahan diduga tanpa BPOM itu sudah masuk tindakan yang salah” Tutupnya.

 

Pada umumnya, yang boleh melakukan suntik Whitening hanyalah dokter yang terlatih dengan alat dan bahan yang aman dan steril serta dilakukan di tempat yang memiliki fasilitas memadai misalnya tersedia obat-obatan emergensi jika terjadi reaksi alergi berat setelah suntik Whitening.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *