Bule Buka Pintu Maaf, Pelaku Pencurian Direstoratif Justice Kejari Jembrana

Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana didampingi para Kasi saat menggelar restoratif justice di halaman belakang kantor Kejari Jembrana.

Jembrana, Kabar Tujuh – Kejaksaan Negeri Kabupaten Jembrana menghentikan penuntutan kasus pencurian yang dilakukan tersangka Herry Prasetio melalui keadilan restorative justice berdasarkan gelar perkara dan ekspose.


“Kejari Jembrana telah melaksanakan ekspose dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan telah disetujui untuk dilakukan penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Jembrana, Wuryanto, Senin (12/9/2022). 


Sebelumnya tersangka Harry Prasetio disangkakan atas dugaan tindak pidana pencurian dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Dimana alasan penghentian kasus ini karena tersangka dan korban sudah berdamai dan tersangka juga baru pertama kali melakukan tindak pidana tersebut. 


“Tersangka dan korban sama sama setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ini ke persidangan,” terang Kasi Intel Kejari Jembrana. 


Menurut Wuryanto, peristiwa ini berawal saat tersangka pergi mengendarai sepeda motor ke pesisir pantai Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana, pada Jumat 17 Juni 2022, sekitar pukul 09.30 Wita.


Setelah jemu bermain di pantai tersangka hendak pulang, tapi motornya terhalang oleh motor Yamaha N-MAX milik korban Noah James Von Maur yang saat itu berada di area parkir pesisir. Kemudian tersangka memindahkan motor korban sambil mencoba menekan tombol lain untuk membuka jok sadel. 


Alhasil jok sadel sepeda motor korban terbuka. Mengetahui hal itu tersangka langsung mengambil kacamata merk SPY, satu buah dompet plastik warna bening yang di dalamnya berisikan satu unit handphone Samsung Note 8, serta uang tunai Rp 300 ribu. Lalu tersangka pergi dan membuang Sim Card pada HP korban di tengah persawahan. 


“Oleh tersangka HP tersebut dijual kepada saksi Nengah Astrawan sebesar Rp 2.200,000. Dan hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari,” tutupnya. (Rahardja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *