Berhasil Damai, Kasus Lakalantas Maut Gede Eka, Direstoratif Justice Kejari Jembrana

Kepala kejaksaan negeri Jembrana didampingi para kasi saat menggelar restoratif justice.

Jembrana, Kabar Tujuh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menghentikan penuntutan dalam perkara tindak pidana lalu lintas yang melibatkan tersangka I Gede Eka Juliana. 


Proses hukum kasus kecelakaan maut itu dihentikan setelah Kejari Jembrana melakukan ekspose mendapatkan restu dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui skema restorative justice atau keadilan restoratif.tertanggal 7 September 2022.


Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Jembrana, Wuryanto mengatakan, dalam proses hukum ini diselesaikan tanpa melalui persidangan dan hukuman pidana. Itu, setelah tersangka dan keluarga korban melakukan perdamaian yang dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan paksaan dan intimidasi. 


“Jadi keadilan restoratif ini mendapat persetujuan dari Jampidum yang kita laksanakan,” ucap Wuryanto saat ditemui di ruang kerjanya setelah pelaksanaan restoratif justice, Senin (12/9/2022). 


Adapun alasan jaksa menghentikan status tersangka, karena baru pertama kali melakukan tindak pidana. Kemudian dalam tindak pidana hanya menimbulkan kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta dan ancaman kurungan 5 tahun dapat dikecualikan.


“Orang tua korban dan keluarganya telah memaafkan tersangka. Bahkan perkara ini tidak ingin dilanjutkan ke persidangan karena pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban yang merupakan musibah dan tidak ingin dialami oleh siapapun,” ungkapnya. 


Sebelumnya, tersangka I Gede Eka Juliana, mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R nomor polisi DK-2664-IZ di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, tanpa menggunakan helm menuju warung tempat miliknya.


Setiba di pengkolan tepatnya di Km. 88-89, tersangka langsung berbelok memotong jalan ke arah utara dan pada saat bersamaan melintas korban dari arah barat dan menuju ke timur dengan mengendarai sepeda motor Kymco nomor polisi DK-3215-ABV. Kemudian terjadi tabrakan.


Akibat peristiwa itu tersangka mengalami luka robek kepala sebelah kiri, robek pipi kiri, luka pada dada kiri, lecet di dahi sebelah kiri dan sempat di rawat 3 hari di RSU Negara. Sementara korban meninggal dunia.


Saat itu, tersangka I Gede Eka Juliana disangka melanggar Pasal 310 ayat (4) Jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (Rahardja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *