- BIREUEN — Gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan.
Dalam sambutannya, Mukhlis menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fondasi utama kemajuan daerah. Kekayaan alam dan pembangunan infrastruktur, menurutnya, perlu didukung oleh manusia yang berpengetahuan, berkarakter, berintegritas, serta mampu menghadirkan perubahan positif.
Bupati berharap UIA terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan lulusan berkualitas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Perguruan tinggi juga diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Mukhlis turut mendorong para lulusan agar menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan hingga perdagangan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Daerah Baca juga: Kapolres Bireuen Hadiri Wisuda UIA, Perkuat Sinergi TNI–Polri Dukung Dunia PendidikanMenurutnya, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut harus tetap berlandaskan adab, akhlak, kejujuran, integritas, serta penghormatan kepada orang tua dan guru.
Sementara itu, Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., menyoroti pentingnya integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia mengingatkan bahwa kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral. Lulusan dituntut menjaga kejujuran, menghindari plagiarisme, serta mampu menangkal hoaks dan manipulasi data. Kemampuan berpikir kritis dan kemauan untuk terus belajar juga dinilai penting agar lulusan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa mengabaikan etika.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor memaparkan perkembangan kelembagaan UIA, termasuk capaian akreditasi unggul Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah, sejumlah penghargaan yang diraih, serta rencana pengembangan program studi baru. Berbagai capaian itu menjadi bagian dari upaya institusi untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi.
Rangkaian wisuda turut diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sivitas akademika berprestasi. Aulia Fitri, S.Sos., M.M., menerima hadiah ibadah umrah atas capaian akreditasi unggul; Ade Warni, M.Pd., atas publikasi jurnal terakreditasi; Zia Ulrahmah, S.Pd., sebagai hafizah 30 juz; serta Reza Afanur, M.Pd., atas prestasinya dalam lomba melukis HUT ke-27 Bireuen.
Acara dilanjutkan dengan pelantikan sarjana dan magister oleh rektor, penyerahan ijazah, pemindahan tali toga, serta pembacaan ikrar wisudawan yang dipimpin Ruhul Kiram bersama para lulusan.
Bagi Kabupaten Bireuen, tantangan setelah wisuda bukan sekadar bertambahnya lulusan perguruan tinggi, melainkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial, para lulusan diharapkan menjadi bagian dari solusi sekaligus penggerak8 kemajuan daerah.
KABAR TUJUH | MEGA
Mengabarkan Fakta,Menyuarakan Kebenaran
INTI BERITA


