- BIREUEN — Penguatan layanan kesehatan primer tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih terintegrasi.
- Kegiatan dibuka secara simbolis melalui pemukulan rapai atau gendang bersama di Hotel Bireuen Jaya, sebelum agenda dilanjutkan ke tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
- Di lokasi, rombongan meninjau langsung fasilitas, sarana dan prasarana, serta alur pelayanan kesehatan melalui klaster pelayanan.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Penguatan layanan kesehatan primer tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih terintegrasi. Upaya tersebut menjadi fokus kegiatan Penguatan Lintas Program/Lintas Sektor dalam Layanan Kesehatan Primer dan Komunitas di Kabupaten Bireuen, yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke UPTD Puskesmas Juli.

Kegiatan dibuka secara simbolis melalui pemukulan rapai atau gendang bersama di Hotel Bireuen Jaya, sebelum agenda dilanjutkan ke tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
Turut hadir dalam kunjungan ke UPTD Puskesmas Juli:
– Zamzami, S.Pd., M.M. — Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Bireuen
– Alfiana, SKM., MKM — Kasie Primer dan Kestrad Dinas Kesehatan Aceh
– dr. Irwan A. Gani — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen
– Hendry Maulana, S.IP., M.S.M. — Camat Juli
– dr. Tugo Siburian — Kepala UPTD Puskesmas Juli
Di lokasi, rombongan meninjau langsung fasilitas, sarana dan prasarana, serta alur pelayanan kesehatan melalui klaster pelayanan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi koordinasi guna memastikan kesiapan pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kepala UPTD Puskesmas Juli, dr. Tugo Siburian, menjelaskan secara rinci pelayanan yang tersedia di puskesmasnya dalam mendukung pelaksanaan ILP.
“Pelayanan di Puskesmas Juli terbagi ke dalam beberapa klaster. Klaster 2 dan 3 melayani rawat jalan untuk ibu, anak, dan dewasa muda, termasuk pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan ibu hamil,” jelas dr. Tugo.
Sementara itu, untuk Klaster 5 yang mencakup IGD dan Rawat Inap, dr. Tugo menyampaikan bahwa layanan tersebut beroperasi penuh selama 24 jam.
“Fasilitas yang tersedia meliputi rawat inap, IGD, poli gigi, pelayanan gizi, laboratorium, dan apotek. Jam kunjungan pasien rawat inap juga tersedia pada hari Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini layanan fisioterapi belum tersedia di Puskesmas Juli karena belum adanya tenaga fisioterapis.
Lebih lanjut, dr. Tugo Siburian menegaskan bahwa ILP bukan sekadar perubahan sistem, melainkan perubahan cara berpikir dalam melayani masyarakat.
“Integrasi Layanan Primer menitikberatkan pada kebutuhan kesehatan masyarakat berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi dan anak, remaja, usia dewasa, hingga lanjut usia. Puskesmas Juli dinilai sudah sangat siap menjadi salah satu lokasi percontohan penerapan ILP di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
KABAR TUJUH | MEGA

