- BIREUEN — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergitas lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana alam, Polres Bireuen bersama TNI dan instansi terkait menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam Banjir.
- Latihan ini merupakan perwujudan kesiapan dan komitmen bersama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi dalam mengantisipasi dan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir di Kabupaten Bireuen.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, koordinasi, serta kecepatan respons seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan bencana secara terpadu.
KABAR TUJUH | MEGA
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergitas lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana alam, Polres Bireuen bersama TNI dan instansi terkait menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam Banjir. Kegiatan berlangsung di Makodim 0111/Bireuen dan Paya Santewan, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Latihan ini merupakan perwujudan kesiapan dan komitmen bersama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi dalam mengantisipasi dan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, koordinasi, serta kecepatan respons seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan bencana secara terpadu.
Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Kasi Humas, AKP M. Nasir, S.H., menyampaikan bahwa sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor utama dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.
“Melalui latihan bersama ini, diharapkan seluruh personel TNI, Polri, dan instansi terkait semakin siap, sigap, serta mampu berkoordinasi dengan baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana banjir,” ujar Kasi Humas.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari tahap kesiapsiagaan, evakuasi, penyelamatan korban, hingga penanganan pascabencana.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan butuh kolaborasi dan sinergitas yang kuat. Latihan ini memastikan seluruh unsur siap, baik dari segi personel, peralatan, maupun koordinasi di lapangan,” tambahnya.
Para peserta diharapkan semakin memahami prosedur penanggulangan bencana, termasuk langkah penyelamatan dan evakuasi masyarakat, pertolongan pertama, serta pengamanan lokasi terdampak.
Selain memperkuat kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjaga komunikasi dan koordinasi antarinstansi agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, efektif, dan terorganisir.
Kapolres Bireuen juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, maupun tanah longsor.
Sumber: Humas Polres Bireuen

