- BIREUEN — Menyiapkan generasi penerus ulama bukan sekadar menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memastikan umat memiliki pembimbing yang mampu menjawab tantangan zaman.
- Mukhlis, S.T., turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Kader Ulama.
- Kajari Bireuen, diwakili Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bireuen, Alqadri Husainy Nur, S.H.
Pantauan Kabar Tujuh di Lapangan | MEGA
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Menyiapkan generasi penerus ulama bukan sekadar menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memastikan umat memiliki pembimbing yang mampu menjawab tantangan zaman. Atas dasar itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen menggelar Pendidikan Kader Ulama pada 14–22 Oktober 2026 di Hotel Bireuen Jaya, dengan melibatkan puluhan peserta dari dayah dan kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Kader Ulama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi
Kajari Bireuen, diwakili Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bireuen, Alqadri Husainy Nur, S.H.
Dandim 0111/Bireuen, diwakili Danramil Kota Juang, Kapten Inf. Heviady
Kapolres Bireuen, diwakili Kasat Binmas Polres Bireuen, AKP Barmawi, S.E.
Ketua Mahkamah Syariah Bireuen, Yedi Suparman, S.H.I., M.H.
Ketua MPU Bireuen sekaligus Imam Besar Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Tgk. Saifuddin Muhammad
Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh, Amriyadi
Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M.
Kepala Sekretariat MPU Kabupaten Bireuen, Said Jamaluddin, S.E.
Para Alim Ulama
Serta para panitia pelaksana dan peserta kegiatan
Laporan Ketua Panitia Pelaksana
Ketua panitia pelaksana, Said Jamaluddin, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti pendidikan telah melewati tahapan seleksi administrasi dan kualifikasi. Pendidikan kader ulama ini bertujuan untuk memperdalam ilmu keislaman para peserta, memperkuat kapasitas dalam merespons berbagai persoalan umat, serta membangun ukhuwah Islamiyah yang erat antar sesama kader.
Materi pendidikan mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari fikih, usul fikih, faraidh, dan ilmu hadis hingga wawasan kebangsaan serta persoalan kontemporer yang dihadapi masyarakat saat ini. Para narasumber yang hadir berasal dari kalangan ulama dan pimpinan dayah senior di Bireuen, pengurus MPU Kabupaten Bireuen dan MPU Aceh, akademisi, serta praktisi hukum Islam.
Sambutan Bupati Bireuen
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen berharap para kader menjadi garda terdepan dalam menegakkan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin — menyejukkan, mendidik, dan merangkul masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bireuen, tegasnya, berkomitmen mendukung program pengkaderan ulama melalui kebijakan dan dukungan anggaran, agar peran ulama tetap menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ketua MPU Bireuen, Tgk. Saifuddin Muhammad, S.H.I., M.H., dalam khutbah iftitah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program strategis untuk menyiapkan estafet kepemimpinan umat di Kabupaten Bireuen yang dikenal sebagai Kota Santri. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk melahirkan kader ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan kesiapan menjalankan tanggung jawab keumatan.
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh, terutama dalam memperkuat pemahaman keislaman dan memperluas wawasan menghadapi persoalan masyarakat. Tgk. Saifuddin berharap para kader mampu membekali diri dengan ilmu yang memadai sebagai landasan pengabdian kepada umat.
Pendidikan Kader Ulama ini diharapkan menjadi salah satu langkah menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya kuat dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga bijaksana dalam membimbing umat di tengah perubahan zaman. Tantangannya bukan hanya melahirkan kader yang berilmu, melainkan juga menghadirkan ulama yang dekat dengan masyarakat dan mampu memberi arah bagi kehidupan keagamaan serta sosial di Bireuen.
Pantauan kabar tujuh | MEGA

