- BIREUEN — Pelantikan 20 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia periode 2026–2031 di Kabupaten Bireuen menjadi momentum memperkuat kerja organisasi di tingkat akar rumput.
- Kegiatan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 tersebut berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (24/9/2026), dan dihadiri Bupati Bireuen Ir.
- Mengusung tema “Mengawal Swasembada Pangan dari Desa untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan diikuti sekitar 340 peserta.
KABAR TUJUH | MEGA
Melaporkan Langsung dari Lapangan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Pelantikan 20 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia periode 2026–2031 di Kabupaten Bireuen menjadi momentum memperkuat kerja organisasi di tingkat akar rumput. Bukan sekadar serah jabatan, kepengurusan baru didorong hadir di tengah petani, menyerap aspirasi, serta ikut mengawal berbagai program pertanian.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 tersebut berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (24/9/2026), dan dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., selaku Ketua Dewan Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen.
Mengusung tema “Mengawal Swasembada Pangan dari Desa untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan diikuti sekitar 340 peserta. Kepengurusan Korcam yang dilantik mencakup 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
15.665 Anggota Tersebar di 609 Desa
Sekretaris DPD Tani Merdeka Bireuen, Asnawi, S.P., dalam laporan kepengurusan menyampaikan, Pemuda Tani Merdeka Bireuen saat ini tercatat sebanyak 15.665 anggota yang tersebar di 609 desa.
Angka tersebut menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab. Pengurus diminta hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi petani, memperkuat kebersamaan, dan bekerja nyata selama masa bakti 2026–2031. Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan yang berpihak pada petani.
20 Korcam Dilantik, Kerja Nyata Jadi Penekanan
Sebanyak 20 Korcam dilantik langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad. Prosesi dilanjutkan penyerahan SK oleh Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan, serta penyerahan pataka oleh Bupati Bireuen.
Cut Muhammad mendorong pengurus segera membangun koordinasi dengan camat, penyuluh pertanian, dan kelompok tani agar persoalan di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Irigasi dan Pascabanjir Jadi Perhatian
Penanganan irigasi serta pemulihan pertanian pascabanjir menjadi fokus utama. Cut Muhammad meminta dukungan Tenaga Ahli Menteri Ir. Hendri Sosiawan, CESA, sekaligus mengajak Balai Irigasi Lahan Medan menyusun program yang sesuai kebutuhan petani. Tani Merdeka juga diharapkan mengawal penyaluran bantuan bibit agar tepat sasaran.
Kawal Petani, Jembatani Aspirasi
Tani Merdeka ditegaskan sebagai jembatan antara petani dan pemerintah. Penyelesaian sengketa lahan didorong melibatkan BPN, kelompok tani, tokoh tani, pemuda tani, dan keuchik gampong.
Tenaga Ahli Menteri Ir. Hendri Sosiawan, CESA, mengingatkan jabatan bukan tujuan — kontribusi dan karya nyata yang diutamakan. Sinergi lintas lembaga, kejujuran, kedisiplinan, serta pelestarian kearifan lokal seperti kenduri blang ditekankan. Penyuluh pertanian disebut sebagai ujung tombak di desa dan kecamatan.
Bupati: Pertanian Tulang Punggung Perekonomian
Bupati Bireuen menyatakan sektor pertanian menopang perekonomian daerah. Tani Merdeka diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Tantangan perubahan iklim, harga komoditas, ketersediaan pupuk, hingga teknologi pertanian harus dihadapi bersama. Pemkab Bireuen siap bersinergi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Bantuan Diserahkan kepada Lima Kelompok Tani
Penyerahan bantuan PTOC dari PT Bio Rimba Jaya:
1. Makmur Jaya — Blang Dalam, Makmur | Ketua: Rusdi
2. Tok. Kayee Lhoen — Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng | Ketua: Ibrahim Arrahman
3. Gapoktan Udep Beusare — Batee Raya, Juli | Ketua: Usman
4. Pulo Pisang — Cot Batee, Kuala | Ketua: M. Nur
5. Rindang — Cot Tunong, Gandapura | Ketua: Bustamam
Dari Pelantikan Menuju Kerja Lapangan
Kegiatan ditutup pemutaran video aktivitas Tani Merdeka Bireuen — menjadi gambaran perjalanan sekaligus penyemangat bagi pengurus baru untuk berkarya nyata periode 2026–2031.
Turut Hadir:
– Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh — Bapak Cut Muhammad
– Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Bireuen (Ketua Dewan Pembina)
– Kapolres Bireuen — diwakili AKP Amrizal, S.Sos., M.H.
– Dandim 0111/Bireuen — diwakili
– Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen — diwakili
– Kepala Badan Perakitan & Modernisasi Peternakan & Kesehatan Hewan — Dr. drh. Agus Susanto, M.Si.
– Tenaga Ahli Menteri — Ir. Hendri Sosiawan, CESA
– Perwakilan Balai Irigasi Lahan Medan — Mukhtar
– Camat Kota Juang, Kapolsek Kota Juang
– Penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tamu undangan dari sejumlah kabupaten di Aceh
KABAR TUJUH | MEGA

