- BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan penghargaan kepada sejumlah SKPK dan kecamatan berprestasi sekaligus menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia.
- Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (16/9/2026), dalam rangka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SKPK Tahun Anggaran 2026 serta Evaluasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Jasa Konstruksi.
- Mukhlis, S.T., diwakili Sekretaris Daerah Ismunandar yang sekaligus membacakan pidato Bupati.
KABAR TUJUH | MEGA — Liputan Langsung
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan penghargaan kepada sejumlah SKPK dan kecamatan berprestasi sekaligus menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, Rabu (16/9/2026), dalam rangka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SKPK Tahun Anggaran 2026 serta Evaluasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Jasa Konstruksi.
Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., diwakili Sekretaris Daerah Ismunandar yang sekaligus membacakan pidato Bupati. Penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah kategori.
Pelaporan Terbaik Sistem Sitranspor:
– Terbaik I: Dinas Pertanahan
– Terbaik II: BPBD
– Terbaik III: Bappeda
Kecamatan Terbaik:
– Terbaik I: Kecamatan Jeumpa
– Terbaik II: Kecamatan Peusangan
– Terbaik III: Kecamatan Gandapura
SKPK Paling Tertib BPJS Ketenagakerjaan: Dinas PUPR Bireuen

Santunan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis kepada ahli waris tiga pekerja:
– Alm. Basri Adam (DLHK): Jaminan Kecelakaan Kerja Rp118 juta + Beasiswa 1 anak Rp79,5 juta → Total Rp197,5 juta
– Alm. Syahrizal Putra (Disdikbud/SDN 18 Peusangan): Jaminan Kematian Rp42 juta + Beasiswa 2 anak Rp169,5 juta → Total Rp211,5 juta
– Alm. Martunis Mahyiddin (Dinas Pertanahan): Jaminan Kematian → Rp42 juta
Total santunan yang diserahkan mencapai Rp451 juta. Penyerahan dilakukan Sekda didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Asisten I, Asisten II, dan Asisten III.
Ketua Panitia sekaligus Kabag Pembangunan Setdakab, Musliadi, melaporkan kegiatan diikuti 80 peserta. Tujuannya mengevaluasi realisasi fisik, merumuskan langkah strategis, menyelesaikan kendala, serta mempercepat pencapaian target dalam sisa tiga bulan tahun anggaran.
Dalam pidato Bupati yang dibacakan Sekda:
“Keberhasilan tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, tertib administrasi, kepatuhan terhadap aturan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Setiap masalah harus memiliki penanggung jawab, setiap arahan harus ada batas waktu penyelesaian.”
Bupati meminta SKPK yang belum capai target segera mempercepat. Proyek konstruksi yang kontrak berakhir tapi belum selesai, dituntaskan segera. Paket tertunda yang berkaitan langsung dengan masyarakat didahulukan. Monitoring dan evaluasi diperketat agar sesuai perencanaan. Seluruh SKPK wajibkan BPJS Ketenagakerjaan pada setiap paket jasa konstruksi — bukan sekadar administrasi, melainkan wujud perlindungan nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan pekerja.
KABAR TUJUH | MEGA — Liputan Langsung
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran

