- ACEH SINGKIL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil, menggelar pembekalan bagi Lima Puluh peserta Lomba Video Konten Literasi tingkat kabupaten sebagai upaya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi informasi secara positif, Rabu, (12/8/2026) di Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
- Pembekalan dibuka langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil, Suyatno,S.Ag,serta menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan jurnalis, yakni Roni Rahendra, Rofi Rahendra, dan Nazaruddin.
- Dalam arahannya, Suyatno mendorong peserta untuk menggunakan teknologi informasi secara bijak, khususnya dalam memproduksi video konten literasi yang informatif, edukatif, dan sesuai dengan ketentuan.
ACEH SINGKIL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil, menggelar pembekalan bagi Lima Puluh peserta Lomba Video Konten Literasi tingkat kabupaten sebagai upaya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi informasi secara positif, Rabu, (12/8/2026) di Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
Pembekalan dibuka langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil, Suyatno,S.Ag,serta menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan jurnalis, yakni Roni Rahendra, Rofi Rahendra, dan Nazaruddin.
Dalam arahannya, Suyatno mendorong peserta untuk menggunakan teknologi informasi secara bijak, khususnya dalam memproduksi video konten literasi yang informatif, edukatif, dan sesuai dengan ketentuan.
“Mari kita gunakan teknologi informasi untuk kebaikan maka akan mendatangkan kemaslahatan dan sebaliknya apabila digunakan ke arah yang tidak baik maka akan mendatangkan kehancuran,” katanya.
Ia mengatakan pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta mengenai teknik pembuatan konten video literasi yang baik dan benar.
Menurutnya, konten merupakan informasi, pesan, atau gagasan yang disampaikan kepada orang lain dalam berbagai bentuk, seperti video, tulisan maupun seni peran.
“Karena konten ini berupa informasi maka diperlukan kepastian dan kebenaran dari informasi tersebut, agar informasi tidak menyesatkan, bersifat provokatif ataupun berita bohong,” ujarnya.
Suyatno juga menekankan pentingnya literasi bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Ia menjelaskan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolahnya serta berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya untuk membuat orang tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks, membantu mengambil keputusan yang tepat, serta menambah wawasan dan pengetahuan,” Ujarnya.
Suyatno berharap kegiatan ini dapat melahirkan konten kreator muda yang kompeten dan mampu menghasilkan konten positif yang bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil.
“Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat dengan adik-adik semua peserta,” tutupnya.(Joni)


