- ACEH SINGKL – Memasuki usia ke-53 tahun, PT Bank Aceh Syariah menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat.
- Mengusung tema utama “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, rangkaian kegiatan HUT tidak hanya berfokus pada seremoni internal, tetapi juga diwujudkan lewat bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat luas.
- Sejak didirikan pada 6 Agustus 1973, Bank Aceh Syariah telah melalui berbagai fase transformasi, termasuk adaptasi penuh terhadap prinsip syariah.
ACEH SINGKL – Memasuki usia ke-53 tahun, PT Bank Aceh Syariah menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Peringatan HUT ke-53 tahun ini dirayakan secara khidmat namun penuh kehangatan melalui berbagai aksi sosial kemanusiaan pada Kamis,(6/8/2026)
Mengusung tema utama “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, rangkaian kegiatan HUT tidak hanya berfokus pada seremoni internal, tetapi juga diwujudkan lewat bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat luas. Kegiatan sosial tersebut meliputi aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RSUD. Aceh Singkil.
Sejak didirikan pada 6 Agustus 1973, Bank Aceh Syariah telah melalui berbagai fase transformasi, termasuk adaptasi penuh terhadap prinsip syariah.
Perayaan HUT tersebut diawali dengan upacara khidmat yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Cabang (Pinca) Bank Aceh Syariah Aceh Singkil, Muhammad Ichsan.
“Peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni formal. Kami mengisinya dengan kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah, termasuk olahraga bersama kalangan internal dan ibu-ibu Pikabas,” ujar Muhammad Ichsan.
Ia juga mengemukakan bahwa target donor tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.
“Tahun ini kami menargetkan pengumpulan 30 kantong darah, meningkat dari target tahun sebelumnya yang sebesar 25 kantong,” lanjut Ichsan.
Rangkaian acara HUT ke-53 juga akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada Pondok Pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf As-Singkily.
Melalui semangat kebersamaan di usia ke-53 ini, Bank Aceh Syariah berharap dukungan dari
pemerintah daerah dan seluruh masyarakat dapat terus mengalir, sehingga peran serta kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan syariah di Aceh semakin kuat dan berkelanjutan.(Joni)


